Adrianto's posts with tag: wise words

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Blog EntryIlmu dan DonatSep 5, '08 10:53 PM
for everyone
Hahaha... puasa puasa kok ambil topik makanan? ah... bukan... bukan donat yang mau saya bahas di sini... tapi tentang ilmu... bagaimana ilmu bisa membuat setiap seorang berbeda dalam memandang sesuatu...  kenapa contoh yang diambil donat? karena sedang hot di beberapa blog dan milis sehingga juga mudah ditemukan jika bergoogling...

Ok, berikut ini adalah email yang beredar di milis dan satu lagi dari sebuah blog yang saya cantumkan dan yang pertama ini versi blog, versi milis sedikit berbeda dan bisa dilihat juga berikut ini
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dognuts?!



Seorang kawan IT di sebuah perusahaan asing bernama Pak Marsel mengadakan beberapa test yg diambil dari beberapa donut yg berbeda yaitu donut Jco, Dunkin, Country style, fresco, qbiq and i-crave. Dari beberapa teman ternyata donuts jco menjadi yg paling laku di pasaran dibanding donut yang lain.. ok mari kita lihat satu persatu..



Donat Jco, dibeli tanggal 26 nov 2007... di kemas dalam plastik dan dibiarkan, hasilnya sampai pada saat foto ini diambil (16 agustus 2008) masih dalam keadaan baik, tidak keras dan sepintas lalu seperti donut baru.. gimana seandainya donut ini berada dalam lambung kita.



Selanjutnya kita check dunkin donuts.. 26 nov 2007.. masih dalam keadaan yg lebih baik tapi dia menjadi keras, warna tidak berubah dan tidak berbau.. satu point yg baik yaitu donuts menjadi keras.



Country style.. 19 nov 2007.. nampak masih bagus, warna tdk berubah tetapi berjamur dan donuts menjadi keras.. satu point yg baik ialah donut ini berjamur dan menjadi keras..



Donut Kentang Fresco... donut ini menjadi lumer coklatnya, dan donutnya menajdi sangat lembek dan tidak menarik, good.



Better... itu yg pantas untuk donuts yang satu ini... donut q_biq ini membusuk sebagaimana mustinya makanan basi padahal ia dibeli tanggal 13 june 2008.. layak untuk dikonsumsi lah...



ok untuk The Best donut pilihan blog ini jatuh pada donut i-crave... dia benar2 membusuk... layak untuk dikonsumsi massal.

So... bagaimana kawan2? masih suka begaol di mall sambil makan donuts import? its up to you lah.. n ini bukan sebuah wacana tanpa alasan dgn maksud kepentingan bisnis or menyudutkan secara sepihak, its just a stupid blog n stupid topic...

sumber : http://veganlion13.blogspot.com/2008/08/dognuts.html


dalam versi email yang beredar di milis seperti ini :

Karena saya dijawil-jawil, terpaksa deh simpanan saya yang sedianya akan saya publikasikan November depan, saya publikasikan sekarang: percobaan donat terawet!!!Sebenarnya percobaan donat saya asal mulanya tidak sengaja. Suatu saat istri saya membelikan donat Dunkin buat anak saya yang TK. Ditaruh di meja makan, masih dalam kantong kertas Dunkin, terus lupa dimakan. Kira-kira seminggu kemudian baru donat ini ‘ditemukan’ lagi.
Yang mengejutkan adalah donatnya masih utuh, tidak berjamur, glaze/gulanya juga masih cantik, hanya rotinya sedikit lebih keras meski masih bisa digigit/dikunyah.Sejak itu tiap kali ada donat gratisan atau dekat-dekat toko donat saya menyisakan 1/membeli 1 untuk percobaan.Metoda percobaannya juga sederhana, tidak ilmiah benar:
- donat diambil dari kemasan asli, saya masukkan ke kantong plastik bekas label Tom & Jerry
- kantong dilipat tidak distaple (udara masih bocor, memberi kesempatan busuk)
- kemudian saya beri label tanggal perolehan donat
- saya biarkan di kabinet kerja saya di ruang terbuka, tidak disimpan khusus di kulkas
- ruangan kantor pada jam kerja berpendingin, lewat jam kerja, sabtu & minggu tanpa pendingin ruangan
- sesekali ditengok dan dipotret.Terlampir foto donat, keadaan terakhir.Berikut beberapa hal mengejutkan yang saya peroleh, urut berdasarkan awetnya.
1. Donat JCo, dibeli 26 Nov 2007 sampai sekarang masih empuk dan tidak berjamur. Glaze (taburan gula) di atasnya sudah lumer lama tapi penampilan masih tetap oke. Kalau saja saya tega memberikan donat ini pada anak jalanan, pasti kemakan, wong bentuk dan tekstur masih donat koq.
2. Donat Dunkin, dibeli 26 Nov 2007 sampai sekarang tidak berjamur dan hanya berubah agak keras. Glaze (gula) warna merah jambunya sudah menempel di plastik, tapi rotinya masih empuk membal. Yang berpengalaman makan donat tahu bahwa ini donat sudah beberapa hari, tapi siapa sangka sudah  9 bulan.
3. Donat Country Style saya peroleh 19 Nov 2007 sampai sekarang tidak berjamur, berubah keras sekali. Glazenya masih tetap cantik tapi karena keras, tidak bisa digigit.
4. Donat Q-Biq perolehan 13 Jun 2008, rusak glazenya dan muncul jamur pada rotinya dalam jangka kurang dari 1 minggu Meskipun masih berbentuk segi 4 (sesuai identitas q-biq) tapi dari penampilan yang rusak dan berjamur, sudah tidak layak makan. Yang mengherankan, meski berjamur, donat ini tidak habis dimakan jamurnya (lihat no. 6 di bawah).
5. Donat iCrave, perolehan 22 Jan 2008, rusak glaze dan rotinya berjamur dalam 2 (atau 3 hari). Selain berjamur, juga timbul bau yang tidak sedap bukti proses pembusukan. Beda dengan Q-Biq yang berjamur tapi rotinya masih relatif berbentuk kotak, roti donat iCrave juga mulai hancur meski tidak semuanya hancur.
6. Donat kentang Fresco, beli 24 Feb 2008, hancur lebur dalam 2 hari. Dalam 1 minggu massa yang tersisa dari donat ini sangat sedikit, plastiknya melepes. Ini donat yang dijual di ITC BSD di kedai kecil-kecil seputar food court. Harganyapun paling murah, kalau tidak salah rp 3000 / buah dan pilihannya cuma 1 macam itu.
Yang belum saya coba karena beberapa alasan (belum ada yang memberi / tempatnya jauh / belum nemu tokonya) diantaranya donat Krispy Kreme, donat Jesslyn Cake, American Donut dll dari toko roti lain.
Catatan: saya tidak kenal dengan satupun dengan pemilik/pegawai diantara merk donat yang saya sebutkan di atas, juga saya tidak punya masalah/dendam dengan salah satu pemilik merk diatas. Jadi percobaan ini murni didasari keingintahuan dipicu dari donat Dunkin yang awet seminggu. Kenyataannya ternyata Dunkin ada temannya, malah ada yang lebih hebat.
Setiap kali ada penambahan donat, saya buat fotonya + koran Kompas edisi hari itu, supaya ada bukti. Foto yang saya lampirkan ini adalah foto terbaru. Sampai saat ini sampel donat ini belum saya buang.
Ada salah seorang teman dari salah satu kontraktor di kantor yang mengikuti percobaan saya dari awal, dan tertarik juga melihat kenyataan donat awet ini. Dia memuatnya di http://veganlion13.blogspot.com/2008/08/dognuts.html
Gerai donat iCrave di Pacific Place tempat saya membeli sampel ini sudah berbulan-bulan tutup. Saya tidak tahu apakah donat merk Fresco masih ada di ITC. Tapi adalah menyedihkan bahwa donat yang termasuk bagus (berjamur dengan cepat) ternyata tokonya juga cepat gulung tikar.
Adakah yang bisa menerangkan kenapa JCo bisa awet empuk begitu? Pelajaran apa yang bisa ditarik?
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sudah baca? catat ya, pertama, ini percobaan yang dilakukan karena menemukan sebuah fakta bahwa donat tidak cepat busuk yang kemudian dilakukanlah percobaan dengan metode sederhana dan tidak terlalu ilmiah... dan kemudian setelah selesai percobaannya, menurut saya, dia hanya mengetahui bahwa jika makanan tidak cepat busuk pasti ada pengawetnya, apalagi kalau sampai berbulan-bulan... nah pengawet apaan tuh? yup ilmu dia hanya sampai disitu tentang donat ini... makanya banyak kekhawatiran.... dan karena kesimpulannya itu disampaikan kepada khalayak ramai dengan tergesa-gesa maka banyak orang lain yang membacanya yang penggemar donat tapi tak mengetahui bagaimana proses donat dan pengetahuan tentang pengawet yah, jadi ikut panik deh....


nah yang berikutnya adalah respon yang ada pada di blog
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kebetulan aku (me) salah satu org yg tergila2 sama yg namanya Donat...
Bukan cuma makan tapi bikin donat.
Soooo...apa yg seharusnya ada didalam sebuah donat, sedikit banyak ai tau.

Donat itu asal katanya dr Dough ...yaitu suatu proses pembentukan ragi.
Spt kita tau ragi itu berarti "asam".
Dalam proses bikinnya "ragi" dicampur dgn adonan tepung, garam dan kemudian baru telur, mentega, gula, kemudian melalui proses "Dough" tadi supaya menghasilkan campuran, kemudian didiamkan sekitar 20menit atau 15 menit, ada yg melalui proses 3 kali. Tapi jaman skarang cukup melalui proses 2 kali peng-istirahatan, Nah adonan ini yg diberi nama "Dough".

Ada siasat dr bbrp pedagang untuk menyiasati tingkat kelembutan, yaitu dengan menambahkan jumlah telur, atau memakai pelembut yg biasa dijual ditoko perlengkapan kue.

Aku mo coba jawab sedikit pertanyaan2 tadi:
1. Kenapa donat awet didalam plastik?
Donat akan lebih awet disimpen dalam plastik, karena kalau dibiarkan terkena udara kelamaan, akan mengeras.
Jadi kita bisa tau sudah brapa lama donat tsb dari "proses pengerasan" yg terjadi.
Keras dan terkesan agak alot, warna tekstur dalam jadi keputih2han krn terbuat dr jenis tepung terigu yg mengandung protein tinggi. (tepung terigu ada 3 jenis, yg tinggi, sedang n rendah protein).

Untuk Donat yg dibuat homemade (kelas menengah), biasanya menggunakan campuran tepung terigu segitiga biru dan tepung terigu cakra, yg dikeluarkan oleh Bogasari.

Untuk Donat yg dibuat oleh bakrie atau toko2 donat jaman skarang, ada jg yg masih menggunakan tepung terigu dr bogasari tetapi ada jg yg berasal dari luar negeri, misalnya seperti produk tepung terigu yg sudah dicampur oleh macam2 ingredient, yg dipasarkan oleh bbrp perusahaan penyedia bahan2 untuk hotel, restorant dan bakrie.

Tingkat keasaman yg berbeda dan suhu udara pada saat membuat dan pada saat penyimpanan, dan bagaimana disimpan akan membuat perbedaan hasil. Jadi kalau mau membandingkan seharusnya bandingkanlah APPLE to APPLE, dan pada saat yg bersamaan.

Donat yg terlalu lama mengalami proses pembusukan, seems strange, dan sangat tidak baik buat pencernaan.
Donat yg terlalu cepat mengalami proses pembusukan, kemungkinan terlalu banyak ragi, atau terlalu banyak air.
Ada 2 sebab mengapa Donat terlalu empuk, mungkin banyak memakai (merah) telur dan mentega, atau terlalu banyak pelembut. Jika sudah biasa membuat kue, biasanya mereka tau, perbedaannya terletak pada warna tekstur, isi berwarna lebih kuning kemerah2han jika memakai telur lebih dari 2 untuk 1 kali adonan. Untuk pemakaian pelembut yg berlebihan tekstur lebih putih.

Untuk donat yg dijual dicounter disamping Hypermart or Giant or Hero, adonan tepung dicampur dgn kentang rebus...supaya lebih wangi dan empuk. Tapi itu memang jenis donat dr kentang. Perbedaannya...ketika digoreng dan setelah digoreng kulitnya tidak semulus donat yg murni dr tepung tanpa campuran kentang.

Ada jg donat yg dibuat dr campuran tepung dan talas, hasilnya berwarna keunguan. Sama2 mengandung karbohidrat...tetapi....enakkan yg dr tepung atau kentang dong....

Normalnya donat hanya bisa bertahan tidak lama dari 2-3 hari. Perubahan suhu, rasa dan kelembutan itu tandanya donat sdh tidak fresh. Agak keras dari sebelumnya, donat yg agak sedikit anyep dan agak berbau besi...jg salah satu ciri kebanyakan pelembut.

Semoga bermanfaat.
Ini sih cuma bagi2 ilmu...pengalaman bikin donat. Ga tau klo diluar sana ditambah kimia pengawet apa.

sumber : http://veganlion13.blogspot.com/2008/08/dognuts.html
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
nah, kalau yang ini ilmunya sedikit lebih banyak... dia mengerti bagaimana donat dibuat dan bagaimana donat tahan lama.... dsb...tapi, kalo menurut saya ilmunya adalah ilmu yang "learn by doing" jadi bukan berdasarkan penelitian dsb... dan kalo dilihat beliau adalah orang yang gemar dengan dunia kuliner dan senang membuat makanan, yah bisa dilihat bagaimana beliau menjelaskan bagaimana pembuatan dan donat, dan kalau menurut saya, ilmu yang beliau ketahui adalah ilmu "culinary"... dan scoop-nya masih pada level rumah tangga... jadi ya beliau kurang tahu bagaimana pembuatan donat di toko-toko yang berbrand itu...


yang berikut ini tanggapan dari email, pendapat dari orang yang belajar secara spesifik tentang makanan dan gizi yang katanya dosen dari IPB di teknologi pangan dan gizi.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Email ini sudah lama saya pernah baca. Dan, hasil "pengamatan/ penelitian" seperti yang dijelaskan di email tersebut sungguh menarik ... namun tentu sulit untuk memberikan komentar pasti karena banyak hal tidak jelas; termasuk kondisi penyimpanan, kriteria pengamatan, kriteria “keawetan”, kondisi awal donut, dll.

Lepas dari itu; saya ingin berkomentar umum -berdasarkan pada sifat-sifat umum donut dan pangan pada umumnya- sbb :

1. Donut; secara umum merupakan bahan pangan yang relative awet; karena (kering; oleh proses penggorengan) dan banyak mengandung gula; sehingga nilai aktivitas air (aw)-nya rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kerusakan mikrobiologi kuang tepat dijadikan sebagai indikator kerusakan. Kalau saja kondisi sanitasi dan higiene karyawan bagus; initial microbial load-nya akan rendah dan tidak akan menimbulkan masalah. Dengan penambahan pengawet yang tepat -biasanya bisa digunakan propionat- akan mampu menghambat pertumbuhan mikroba (ingat bahwa nilai aw donut umumnya cukup rendah). Sebaliknya; jika terdapat pertumbuhan mikroba (umumnya kapang) ini menunjukkan bahwa donut tersebut diproduksi dalam kondisi yang kurang higienis.

2. Selama penyimpanan -tergantung kondisi penyimpanannya (ini yang tidak bisa dengan mudah dikenali dari diskripsi email ini)- donut bisa mengalami pengurangan atau penambahan air (dari lingkungan). Dlm lingkungan kering; donut bisa menjadi lebih kering dan menjadi lebih lama lagi masa keawetannya. Sebaliknya; dlm kondisi "lembab"; maka donut akan menyerap air dan menjadi lebih "basah"; nilai aw bisa meningkat. Tergantung pada kondisi mikrobiologinya; donut bisa rusak secara biologi (oleh pertumbuhan mikroba) bisa juga tidak. Yang jelas, kondisim lembab akan menyebabkan peribahan fisik donut; misalnya rusaknya icing, lembek, dll. Namun sulit disimpulkan dari penjelasan email tsb.

3. Kerusakan donut -yang relatif lebih sulit dikendalikan, menurut hemat saya- adalah kerusakan tekstur (biasanya akan mengeras dan ini bisa diatasi dengan teknik penambahan enzim-enzim tertentu); dan off-flavor; karena kandungan lemaknya yang tinggi. Ketengikan sendiri bisa dikendalikan melalui pemilihan jenis minyak dan penambahan antioksidan yang sesuai. Bisa saja donut tersebut penampakannya masih bagus; tetapi teksturnya sudah keras atau sudah tercium bau tengik; sehingga tidak layak dikonsumsi.

4. Kalau ternyata memang mampu "awet" (lagi2; pengertian awet sendiri hrs didefinisikan. .. apa kriterianya) ; sampai sekitar 9 bulan, maka perlu diteliti lebih mendalam. Secara khusus, maka hasil "percobaan" seperti yang disebarkan oleh email ini perlu ditanggapi langsung oleh industri donut.

5. Praktek di kalangan industri donut; bisa menggunakan premix adonan yang telah mengandung enzim dan sistem pengawet (propionat); tentunya seharusnya dilakukan sesuai dengan aturan keamanan pangan yang benar- dengan sehingga menghasilkan donut yang baik dan aman. Jika ditemukan donut tidak tengik dan masih lunak setelah 2-3 minggu; itu mudah bagi saya untuk membayangkan.

6. Email ini juga saya kirim ke teman2 patpi yang lain untuk mendapatkan tanggapan dari yang lebih ahli.

Terimakaish
Pur
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sudah baca semua? bisa dilihatkan bedanya? orang yang punya ilmu lebih terhadap sesuatu tidak segera panik menanggapi hal-hal yang diketahuinya namun cenderung untuk lebih mencari tahu lebih lanjut lagi bagaimana..., tidak seperti respon-respon lain yang ada di blog tersebut...


ini tanggapan yang juga menarik berasal dari email pihak tersangka.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Glazze Afternoon,
 
Salam hangat dari J.CO Donuts & Coffee

Kami ingin mengklarifikasi bahwa seluruh makanan yang diproduksi di J.CO
TIDAK menggunakan pengawet, selalu dalam keadaan fresh karena langsung
diproses di outlet masing-masing setiap harinya. Sudah menjadi komitmen
kami untuk selalu menggunakan bahan-bahan yang terbaik dan seluruh
bahannya halal.

JCO Donuts & Coffee menggunakan konsep open kitchen sehingga customer
dapat melihat langsung seluruh pembuatan produk dan bahan-bahan yang
disajikan di outlet, dan seluruh produk yang disajikan TIDAK dijual lagi keesokan harinya.

Sebagai informasi tambahan, produk-produk JCO Donuts & Coffee telah
disajikan dengan sistem dan proses yang sama di beberapa negara di ASIA
yang memiliki pengawasan ketat terhadap kualitas makanan, misalnya:
Malaysia dan Singapore. Hal ini menunjukkan komitmen JCO Donuts & Coffee
pada kualitas dan reputasinya.

Harapan kami kepada teman-teman penggemar setia JCO Donuts & Coffee
untuk tidak terhasut oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabk an
kebenarannya. Komitmen kami untuk senantiasa memberikan yang terbaik dari segi
kualitas produk, pelayanan, dan fasilitas.

Management JCO Donuts & Coffee mengucapkan banyak terima kasih dan
sangat menghargai upaya, dukungan, dan kepercayaan terhadap kami.
Kami menghargai sekali waktu anda untuk untuk dapat bertanya langsung
seputar produk JCO Donuts & Coffee ke hotline kami di 0815 8898 000 atau
email ke hello@jcodonuts. com.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
menurut saya, yang menanggapi adalah orang manajemen atau marketing, namun kalau dilihat lagi tulisannya tampak orang ini orang marketing. kenapa? dia memberikan jawaban atas kecemasan publik dengan klarifikasi! jadi menurut saya dia tidak tahu bagaimana itu membuat donat dll, yang dia tahu bagaimana sistem di tempatnya bekerja dan bagaimana menghentikan isu yang ditujukan pada sistemnya, lho kok gitu? ye, kalau dia tahu, kenapa kita disuruh hubungin hotline ato email?

cukup sekian ah, kalau ngomongin donat terus jadi laper nanti... yang saya ingin tekankan hanya... jangan terlalu tergesa-gesa menanggapi suatu informasi, ada baiknya untuk konfirmasi dulu atau mencari tahu lebih lanjut terhadap orang yang lebih tahu ilmunya... dan berilmu itu penting karena membuat kita bisa bersikap lebih bijaksana dan hati-hati dalam bertindak sehingga tidak menimbulkan kepanikan di kalangan orang-orang yang tidak mengerti... toh, hal ini juga disebutkan dalam sebuah hadist yang isinya "jika kau tidak tahu, maka bertanyalah pada yang lebih tahu"  dan jangan sembarangan berbicara tanpa ilmu karena semua indra akan diminta pertanggung jawabannya kelak di hari akhir.

wuih, kok tulisan saya jadi serius ya? biasa gegaringan dan curhatan doang... yah kan, lagi puasa, kalau berbagi ilmu kan bisa nambah pahala atau mungkin juga ini sisa-sisa dari dampak pembuatan kitab wangsit....

peace :D

Photo AlbumMotivational Posters (99 photos)May 16, '08 7:48 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Another wallpapers with motivational words.
The source is from here.

Photo AlbumQuote's Wallpapers (102 photos)Mar 25, '08 7:56 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Wallpapers that I've got from www.words4ever.com

Some of them are inspiring, enjoy!

Blog EntryThe Art of Peace...(Aikido)Oct 19, '07 3:58 PM
for everyone
Just some quotes from O'Sensei...

All things, material and spiritual, originate from one source and are related as if they were one family. The past, present, and future are all contained in the life force. The universe emerged and developed from one source, and we evolved through the optimal process of unification and harmonization.

The Art of Peace is medicine for a sick world. There is evil and disorder in the world because people have forgotten that all things emanate from one source. Return to that source and leave behind all self-centered thoughts, petty desires, and anger. Those who are possessed by nothing possess everything.

All the principles of heaven and earth are living inside you. Life itself is the truth, and this will never change. Everything in heaven and earth breathes. Breath is the thread that ties creation together. When the myriad variations in the universal breath can be sensed, the individual techniques of the Art of Peace are born.

Peace originates with the flow of things - its heart is like the movement of the wind and waves. The Way is like the veins that circulate blood through our bodies, following the natural flow of the life force. If you are separated in the slightest from that divine essence, you are far off the path.

Study the teachings of the pine tree, the bamboo, and the plum blossom. The pine is evergreen, firmly rooted, and venerable. The bamboo is strong, resilient, unbreakable. The plum blossom is hardy, fragrant, and elegant.

Always keep your mind as bright and clear as the vast sky, the great ocean, and the highest peak, empty of all thoughts. Always keep your body filled with light and heat. Fill yourself with the power of wisdom and enlightenment.

As soon as you concern yourself with the "good" and "bad" of your fellows, you create an opening in your heart for maliciousness to enter. Testing, competing with, and criticizing others weaken and defeat you.

The Art of Peace is based on Four Great Virtues: Bravery, Wisdom, Love, and Friendship, symbolized by Fire, Heaven, Earth, and Water.

The essence of the Art of Peace is to cleanse yourself of maliciousness, to get in tune with your environment, and to clear your path of all obstacles and barriers.

Loyalty and devotion lead to bravery. Bravery leads to the spirit of self-sacrifice. The spirit of self-sacrifice creates trust in the power of love.

The Art of Peace does not rely on weapons or brute force to succeed; instead we put ourselves in tune with the universe, maintain peace in our own realms, nurture life, and prevent death and destruction. The true meaning of the term samurai is one who serves and adheres to the power of love.

Daily training in the Art of Peace allows you inner divinity to shine brighter and brighter. Do not concern yourself with the right and wrong of others. Do not be calculating or act unnaturally. Keep your mind set on the Art of Peace, and do not criticize other teachers or traditions. The Art of Peace never restrains, restricts, or shackles anything. It embraces all and purifies everything.

Those who are enlightened never stop forging themselves. The realizations of such masters cannot be expressed well in words or by theories. The most perfect actions echo the patterns found in nature.

Day after day
Train your heart out,
Refining your technique:
Use the One to strike the Many!
That is the discipline of the Warrior.

The purpose of training is to tighten up the slack, toughen the body, and polish the spirit.

Iron is full of impurities that weaken it; through forging, it becomes steel and is transformed into razor-sharp sword. Human beings develop in the same fashion.

Instructors can impart only a fraction of the teaching. It is through your own devoted practice that the mysteries of the Art of Peace are brought to life.

The Way of a Warrior is based on humanity, love, and sincerity; the heart of martial valor is true bravery, wisdom, love, and friendship. Emphasis on the physical aspects of warrior-ship is futile, for the power of the body is always limited.

A true warrior is always armed with the three things: the radiant sword of pacification; the mirror of bravery, wisdom, and friendship; and the precious jewel of enlightenment.

The Art of Peace is the principle of nonresistance. Because it is nonresistant, it is victorious from the beginning. Those with evil intentions or contentious thoughts are instantly vanquished. The Art of Peace is invincible because it contends with nothing.

There are no contests in the Art of Peace. A true warrior is invincible because he or she contests with nothing. Defeat means to defeat the mind of contention that we harbor within.

To injure an opponent is to injure yourself. To control aggression without inflicting injury is the Art of Peace.

Always practice the Art of Peace in a vibrant and joyful manner.

A good stance and posture reflect a proper state of mind.

The key to good technique is to keep your hands, feet, and hips straight and centered. If you are centered, you can move freely. The physical center is your belly; if your mind is set there as well, you are assured of victory in any endeavor.

Move like a beam of light:
Fly like lightning,
Strike like thunder,
Whirl in circles around
A stable center.

The techniques of the Art of Peace are neither fast nor slow, nor are they inside or outside. They transcend time and space.

When an opponent comes forward, move in and greet him; if he wants to pull back, send him on his way.

If your heart is large enough to envelop your adversaries, you can see right through them and avoid their attacks. And once you envelop them, you will be able to guide them along the path indicated to you by heaven and earth.

Do not look upon this world with fear and loathing. Bravely face whatever the gods offer.

Each day of human life contains joy and anger, pain and pleasure, darkness and light, growth and decay. Each moment is etched with nature's grand design - do not try to deny or oppose the cosmic order of things.

Life itself is always a trial. In training, you must test and polish yourself in order to face the great challenges of life. Transcend the realm of life and death, and then you will be able to make your way calmly and safely through any crisis that confronts you.

Be grateful even for hardship, setbacks, and bad people. Dealing with such obstacles is an essential part of training in the Art of Peace.

Failure is the key to success;
Each mistake teaches us something.

One should be prepared to receive ninety-nine percent of an enemy's attack and stare death right in the face in order to illumine the Path.

In our techniques we enter completely into, blend totally with, and control firmly an attack. Strength resides where one's ki is concentrated and stable; confusion and maliciousness arise when ki stagnates.

In the Art of Peace we never attack. An attack is proof that one is out of control. Never run away from any kind of challenge, but do not try to suppress or control an opponent unnaturally. Let attackers come any way they like and then blend with them. Never chase after opponents. Redirect each attack and get firmly behind it.

Your spirit is the true shield.

Do not stare into the eyes of your opponent: he may mesmerize you. Do not fix your gaze on his sword: he may intimidate you. Do not focus on your opponent at all: he may absorb your energy. The essence of training is to bring your opponent completely into your sphere. Then you can stand where you like.

Even the most powerful human being has a limited sphere of strength. Draw him outside of that sphere and into your own, and his strength will dissipate.

The real Art of Peace is not to sacrifice a single one of your warriors to defeat an enemy. Vanquish your foes by always keeping yourself in a safe and unassailable position; then no one will suffer any losses. The Way of a Warrior, the Art of Politics, is to stop trouble before it starts. It consists in defeating your adversaries spiritually by making them realize the folly of their actions. The Way of a Warrior is to establish harmony.

In your training do not be in a hurry, for it takes a minimum of ten years to master the basics and advance to the first rung. Never think of yourself as an all-knowing, perfected master; you must continue to train daily with your friends and students and progress together in the Art of Peace.

Progress comes
To those who
Train and train;
Reliance on secret techniques
Will get you nowhere.

The techniques of the Way of Peace change constantly; every encounter is unique, and the appropriate response should emerge naturally. Today's techniques will be different tomorrow. Do not get caught up with the form and appearance of a challenge. The Art of Peace has no form - it is the study of the spirit.

Ultimately, you must forget about technique. The further you progress, the fewer teachings there are. The Great Path is really No Path.

The Art of Peace is a form of prayer that generates light and heat. Forget about your little self, detach yourself from objects, and you will radiate light and warmth. Light is wisdom; warmth is compassion.

Rely on Peace
To activate your
Manifold powers;
Pacify your environment
And create a beautiful world.

Taken from here


Blog EntryKisah Orang Tua BijakAug 21, '07 1:52 AM
for everyone
Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah dilihat orang, begitu gagah, anggun dan kuat.

Orang-orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak : "Kuda ini bukan kuda bagi saya", katanya : "Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat ?" Orang itu miskin dan godaan besar. Tetapi ia tidak menjual kuda itu.

Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. Seluruh desa datang menemuinya. "Orang tua bodoh", mereka mengejek dia : "Sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami peringatkan bahwa kamu akan di rampok. Anda begitu miskin... Mana mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga ? Sebaiknya anda  menjualnya. Anda boleh minta harga apa saja. Harga setinggi apapun akan dibayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan anda dikutuk oleh kemalangan".

Orang tua itu menjawab : "Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu; selebihnya adalah penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak, bagaimana Anda dapat ketahui itu ? Bagaimana Anda dapat menghakimi ?". Orang-orang desa itu protes : "Jangan menggambarkan kami sebagai orang bodoh! Mungkin kami bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak di perlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah kutukan".

Orang tua itu berbicara lagi : "Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu kutukan atau berkat, saya tidak dapat katakan.Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti ?" Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol; kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol.

Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di curi, ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan : "Orang tua, kamu benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan sebenarnya berkat. Maafkan kami".

Jawab orang itu : "Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah balik. Katakan saja bahwa selusin kuda balik bersama dia, tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat ? Anda hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana anda dapat menilai ? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku ? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan ? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasar! kan satu halaman atau satu kata.Yang anda tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa yang saya tidak tahu".

"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu kepada yang lain. Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang.

Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul sekitar orang tua itu dan menilai. "Kamu benar", kata mereka : "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar. Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk membantumu... Sekarang kamu lebih miskin lagi. Orang tua itu berbicara lagi : "Ya, kalian kesetanan dengan pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan. Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkat atau kutukan ? Tidak ada yang
tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang sepotong-sepotong".

Maka terjadilah dua minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua tidak diminta karena ia terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka tidak akan melihat anak-anak mereka kembali. "Kamu benar, orang tua", mereka menangis : "Tuhan tahu, kamu benar. Ini buktinya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya".

Orang tua itu berbicara lagi : "Tidak mungkin untuk berbicara dengan kalian. Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini : anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Allah yang tahu".

Moral cerita :
Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian. Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan. Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS 2 : 216)

-----
no comment....

sumber : dari sebuah milis


Blog EntryTentang Kebahagiaan...Aug 21, '07 1:09 AM
for everyone
Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.

Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo.

Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya
telah siap.

Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya.

Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.

Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut.

Hal itu tidak ada hubungannya, dia menjawab.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal.

Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku.

Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur.

Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.

Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan.

Hanya untuk kali ini dalam hidupku.

Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank.

Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan.

Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.

Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku.

Aku sedang menyimpannya.

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:

1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.

2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.

3. Hiduplah dengan sederhana.

4. (give more)

5. (expect less)

-----
5 aturan yang sederhana tapi gak mudah ^_^"

Sumber : dari sebuah milis

Blog EntryCool LinesAug 8, '07 10:44 PM
for everyone

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help