Hahaha... puasa puasa kok ambil topik makanan? ah... bukan... bukan donat yang mau saya bahas di sini... tapi tentang ilmu... bagaimana ilmu bisa membuat setiap seorang berbeda dalam memandang sesuatu... kenapa contoh yang diambil donat? karena sedang hot di beberapa blog dan milis sehingga juga mudah ditemukan jika bergoogling... Ok, berikut ini adalah email yang beredar di milis dan satu lagi dari sebuah blog yang saya cantumkan dan yang pertama ini versi blog, versi milis sedikit berbeda dan bisa dilihat juga berikut ini -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dognuts?!

Seorang kawan IT di sebuah perusahaan asing bernama Pak Marsel mengadakan beberapa test yg diambil dari beberapa donut yg berbeda yaitu donut Jco, Dunkin, Country style, fresco, qbiq and i-crave. Dari beberapa teman ternyata donuts jco menjadi yg paling laku di pasaran dibanding donut yang lain.. ok mari kita lihat satu persatu..

Donat Jco, dibeli tanggal 26 nov 2007... di kemas dalam plastik dan dibiarkan, hasilnya sampai pada saat foto ini diambil (16 agustus 2008) masih dalam keadaan baik, tidak keras dan sepintas lalu seperti donut baru.. gimana seandainya donut ini berada dalam lambung kita.

Selanjutnya kita check dunkin donuts.. 26 nov 2007.. masih dalam keadaan yg lebih baik tapi dia menjadi keras, warna tidak berubah dan tidak berbau.. satu point yg baik yaitu donuts menjadi keras.

Country style.. 19 nov 2007.. nampak masih bagus, warna tdk berubah tetapi berjamur dan donuts menjadi keras.. satu point yg baik ialah donut ini berjamur dan menjadi keras..

Donut Kentang Fresco... donut ini menjadi lumer coklatnya, dan donutnya menajdi sangat lembek dan tidak menarik, good.

Better... itu yg pantas untuk donuts yang satu ini... donut q_biq ini membusuk sebagaimana mustinya makanan basi padahal ia dibeli tanggal 13 june 2008.. layak untuk dikonsumsi lah...

ok untuk The Best donut pilihan blog ini jatuh pada donut i-crave... dia benar2 membusuk... layak untuk dikonsumsi massal.
So... bagaimana kawan2? masih suka begaol di mall sambil makan donuts import? its up to you lah.. n ini bukan sebuah wacana tanpa alasan dgn maksud kepentingan bisnis or menyudutkan secara sepihak, its just a stupid blog n stupid topic...
sumber : http://veganlion13.blogspot.com/2008/08/dognuts.htmldalam versi email yang beredar di milis seperti ini :Karena saya dijawil-jawil, terpaksa deh simpanan saya yang sedianya akan saya publikasikan November depan, saya publikasikan sekarang: percobaan donat terawet!!!Sebenarnya percobaan donat saya asal mulanya tidak sengaja. Suatu saat istri saya membelikan donat Dunkin buat anak saya yang TK. Ditaruh di meja makan, masih dalam kantong kertas Dunkin, terus lupa dimakan. Kira-kira seminggu kemudian baru donat ini ‘ditemukan’ lagi.
Yang mengejutkan adalah donatnya masih utuh, tidak berjamur, glaze/gulanya juga masih cantik, hanya rotinya sedikit lebih keras meski masih bisa digigit/dikunyah.Sejak itu tiap kali ada donat gratisan atau dekat-dekat toko donat saya menyisakan 1/membeli 1 untuk percobaan.Metoda percobaannya juga sederhana, tidak ilmiah benar:
- donat diambil dari kemasan asli, saya masukkan ke kantong plastik bekas label Tom & Jerry
- kantong dilipat tidak distaple (udara masih bocor, memberi kesempatan busuk)
- kemudian saya beri label tanggal perolehan donat
- saya biarkan di kabinet kerja saya di ruang terbuka, tidak disimpan khusus di kulkas
- ruangan kantor pada jam kerja berpendingin, lewat jam kerja, sabtu & minggu tanpa pendingin ruangan
- sesekali ditengok dan dipotret.Terlampir foto donat, keadaan terakhir.Berikut beberapa hal mengejutkan yang saya peroleh, urut berdasarkan awetnya.
1. Donat JCo, dibeli 26 Nov 2007 sampai sekarang masih empuk dan tidak berjamur. Glaze (taburan gula) di atasnya sudah lumer lama tapi penampilan masih tetap oke. Kalau saja saya tega memberikan donat ini pada anak jalanan, pasti kemakan, wong bentuk dan tekstur masih donat koq.
2. Donat Dunkin, dibeli 26 Nov 2007 sampai sekarang tidak berjamur dan hanya berubah agak keras. Glaze (gula) warna merah jambunya sudah menempel di plastik, tapi rotinya masih empuk membal. Yang berpengalaman makan donat tahu bahwa ini donat sudah beberapa hari, tapi siapa sangka sudah 9 bulan.
3. Donat Country Style saya peroleh 19 Nov 2007 sampai sekarang tidak berjamur, berubah keras sekali. Glazenya masih tetap cantik tapi karena keras, tidak bisa digigit.
4. Donat Q-Biq perolehan 13 Jun 2008, rusak glazenya dan muncul jamur pada rotinya dalam jangka kurang dari 1 minggu Meskipun masih berbentuk segi 4 (sesuai identitas q-biq) tapi dari penampilan yang rusak dan berjamur, sudah tidak layak makan. Yang mengherankan, meski berjamur, donat ini tidak habis dimakan jamurnya (lihat no. 6 di bawah).
5. Donat iCrave, perolehan 22 Jan 2008, rusak glaze dan rotinya berjamur dalam 2 (atau 3 hari). Selain berjamur, juga timbul bau yang tidak sedap bukti proses pembusukan. Beda dengan Q-Biq yang berjamur tapi rotinya masih relatif berbentuk kotak, roti donat iCrave juga mulai hancur meski tidak semuanya hancur.
6. Donat kentang Fresco, beli 24 Feb 2008, hancur lebur dalam 2 hari. Dalam 1 minggu massa yang tersisa dari donat ini sangat sedikit, plastiknya melepes. Ini donat yang dijual di ITC BSD di kedai kecil-kecil seputar food court. Harganyapun paling murah, kalau tidak salah rp 3000 / buah dan pilihannya cuma 1 macam itu.
Yang belum saya coba karena beberapa alasan (belum ada yang memberi / tempatnya jauh / belum nemu tokonya) diantaranya donat Krispy Kreme, donat Jesslyn Cake, American Donut dll dari toko roti lain.
Catatan: saya tidak kenal dengan satupun dengan pemilik/pegawai diantara merk donat yang saya sebutkan di atas, juga saya tidak punya masalah/dendam dengan salah satu pemilik merk diatas. Jadi percobaan ini murni didasari keingintahuan dipicu dari donat Dunkin yang awet seminggu. Kenyataannya ternyata Dunkin ada temannya, malah ada yang lebih hebat.
Setiap kali ada penambahan donat, saya buat fotonya + koran Kompas edisi hari itu, supaya ada bukti. Foto yang saya lampirkan ini adalah foto terbaru. Sampai saat ini sampel donat ini belum saya buang.
Ada salah seorang teman dari salah satu kontraktor di kantor yang mengikuti percobaan saya dari awal, dan tertarik juga melihat kenyataan donat awet ini. Dia memuatnya di http://veganlion13.blogspot.com/2008/08/dognuts.html
Gerai donat iCrave di Pacific Place tempat saya membeli sampel ini sudah berbulan-bulan tutup. Saya tidak tahu apakah donat merk Fresco masih ada di ITC. Tapi adalah menyedihkan bahwa donat yang termasuk bagus (berjamur dengan cepat) ternyata tokonya juga cepat gulung tikar.
Adakah yang bisa menerangkan kenapa JCo bisa awet empuk begitu? Pelajaran apa yang bisa ditarik?
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sudah baca? catat ya, pertama, ini percobaan yang dilakukan karena menemukan sebuah fakta bahwa donat tidak cepat busuk yang kemudian dilakukanlah percobaan dengan metode sederhana dan tidak terlalu ilmiah... dan kemudian setelah selesai percobaannya, menurut saya, dia hanya mengetahui bahwa jika makanan tidak cepat busuk pasti ada pengawetnya, apalagi kalau sampai berbulan-bulan... nah pengawet apaan tuh? yup ilmu dia hanya sampai disitu tentang donat ini... makanya banyak kekhawatiran.... dan karena kesimpulannya itu disampaikan kepada khalayak ramai dengan tergesa-gesa maka banyak orang lain yang membacanya yang penggemar donat tapi tak mengetahui bagaimana proses donat dan pengetahuan tentang pengawet yah, jadi ikut panik deh....nah yang berikutnya adalah respon yang ada pada di blog-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kebetulan aku (me) salah satu org yg tergila2 sama yg namanya Donat...
Bukan cuma makan tapi bikin donat.
Soooo...apa yg seharusnya ada didalam sebuah donat, sedikit banyak ai tau.
Donat itu asal katanya dr Dough ...yaitu suatu proses pembentukan ragi.
Spt kita tau ragi itu berarti "asam".
Dalam proses bikinnya "ragi" dicampur dgn adonan tepung, garam dan kemudian baru telur, mentega, gula, kemudian melalui proses "Dough" tadi supaya menghasilkan campuran, kemudian didiamkan sekitar 20menit atau 15 menit, ada yg melalui proses 3 kali. Tapi jaman skarang cukup melalui proses 2 kali peng-istirahatan, Nah adonan ini yg diberi nama "Dough".
Ada siasat dr bbrp pedagang untuk menyiasati tingkat kelembutan, yaitu dengan menambahkan jumlah telur, atau memakai pelembut yg biasa dijual ditoko perlengkapan kue.
Aku mo coba jawab sedikit pertanyaan2 tadi:
1. Kenapa donat awet didalam plastik?
Donat akan lebih awet disimpen dalam plastik, karena kalau dibiarkan terkena udara kelamaan, akan mengeras.
Jadi kita bisa tau sudah brapa lama donat tsb dari "proses pengerasan" yg terjadi.
Keras dan terkesan agak alot, warna tekstur dalam jadi keputih2han krn terbuat dr jenis tepung terigu yg mengandung protein tinggi. (tepung terigu ada 3 jenis, yg tinggi, sedang n rendah protein).
Untuk Donat yg dibuat homemade (kelas menengah), biasanya menggunakan campuran tepung terigu segitiga biru dan tepung terigu cakra, yg dikeluarkan oleh Bogasari.
Untuk Donat yg dibuat oleh bakrie atau toko2 donat jaman skarang, ada jg yg masih menggunakan tepung terigu dr bogasari tetapi ada jg yg berasal dari luar negeri, misalnya seperti produk tepung terigu yg sudah dicampur oleh macam2 ingredient, yg dipasarkan oleh bbrp perusahaan penyedia bahan2 untuk hotel, restorant dan bakrie.
Tingkat keasaman yg berbeda dan suhu udara pada saat membuat dan pada saat penyimpanan, dan bagaimana disimpan akan membuat perbedaan hasil. Jadi kalau mau membandingkan seharusnya bandingkanlah APPLE to APPLE, dan pada saat yg bersamaan.
Donat yg terlalu lama mengalami proses pembusukan, seems strange, dan sangat tidak baik buat pencernaan.
Donat yg terlalu cepat mengalami proses pembusukan, kemungkinan terlalu banyak ragi, atau terlalu banyak air.
Ada 2 sebab mengapa Donat terlalu empuk, mungkin banyak memakai (merah) telur dan mentega, atau terlalu banyak pelembut. Jika sudah biasa membuat kue, biasanya mereka tau, perbedaannya terletak pada warna tekstur, isi berwarna lebih kuning kemerah2han jika memakai telur lebih dari 2 untuk 1 kali adonan. Untuk pemakaian pelembut yg berlebihan tekstur lebih putih.
Untuk donat yg dijual dicounter disamping Hypermart or Giant or Hero, adonan tepung dicampur dgn kentang rebus...supaya lebih wangi dan empuk. Tapi itu memang jenis donat dr kentang. Perbedaannya...ketika digoreng dan setelah digoreng kulitnya tidak semulus donat yg murni dr tepung tanpa campuran kentang.
Ada jg donat yg dibuat dr campuran tepung dan talas, hasilnya berwarna keunguan. Sama2 mengandung karbohidrat...tetapi....enakkan yg dr tepung atau kentang dong....
Normalnya donat hanya bisa bertahan tidak lama dari 2-3 hari. Perubahan suhu, rasa dan kelembutan itu tandanya donat sdh tidak fresh. Agak keras dari sebelumnya, donat yg agak sedikit anyep dan agak berbau besi...jg salah satu ciri kebanyakan pelembut.
Semoga bermanfaat.
Ini sih cuma bagi2 ilmu...pengalaman bikin donat. Ga tau klo diluar sana ditambah kimia pengawet apa.
sumber : http://veganlion13.blogspot.com/2008/08/dognuts.html -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
nah, kalau yang ini ilmunya sedikit lebih banyak... dia mengerti bagaimana donat dibuat dan bagaimana donat tahan lama.... dsb...tapi, kalo menurut saya ilmunya adalah ilmu yang "learn by doing" jadi bukan berdasarkan penelitian dsb... dan kalo dilihat beliau adalah orang yang gemar dengan dunia kuliner dan senang membuat makanan, yah bisa dilihat bagaimana beliau menjelaskan bagaimana pembuatan dan donat, dan kalau menurut saya, ilmu yang beliau ketahui adalah ilmu "culinary"... dan scoop-nya masih pada level rumah tangga... jadi ya beliau kurang tahu bagaimana pembuatan donat di toko-toko yang berbrand itu...yang berikut ini tanggapan dari email, pendapat dari orang yang belajar secara spesifik tentang makanan dan gizi yang katanya dosen dari IPB di teknologi pangan dan gizi. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Email ini sudah lama saya pernah baca. Dan, hasil "pengamatan/ penelitian" seperti yang dijelaskan di email tersebut sungguh menarik ... namun tentu sulit untuk memberikan komentar pasti karena banyak hal tidak jelas; termasuk kondisi penyimpanan, kriteria pengamatan, kriteria “keawetan”, kondisi awal donut, dll.
Lepas dari itu; saya ingin berkomentar umum -berdasarkan pada sifat-sifat umum donut dan pangan pada umumnya- sbb :
1. Donut; secara umum merupakan bahan pangan yang relative awet; karena (kering; oleh proses penggorengan) dan banyak mengandung gula; sehingga nilai aktivitas air (aw)-nya rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kerusakan mikrobiologi kuang tepat dijadikan sebagai indikator kerusakan. Kalau saja kondisi sanitasi dan higiene karyawan bagus; initial microbial load-nya akan rendah dan tidak akan menimbulkan masalah. Dengan penambahan pengawet yang tepat -biasanya bisa digunakan propionat- akan mampu menghambat pertumbuhan mikroba (ingat bahwa nilai aw donut umumnya cukup rendah). Sebaliknya; jika terdapat pertumbuhan mikroba (umumnya kapang) ini menunjukkan bahwa donut tersebut diproduksi dalam kondisi yang kurang higienis.
2. Selama penyimpanan -tergantung kondisi penyimpanannya (ini yang tidak bisa dengan mudah dikenali dari diskripsi email ini)- donut bisa mengalami pengurangan atau penambahan air (dari lingkungan). Dlm lingkungan kering; donut bisa menjadi lebih kering dan menjadi lebih lama lagi masa keawetannya. Sebaliknya; dlm kondisi "lembab"; maka donut akan menyerap air dan menjadi lebih "basah"; nilai aw bisa meningkat. Tergantung pada kondisi mikrobiologinya; donut bisa rusak secara biologi (oleh pertumbuhan mikroba) bisa juga tidak. Yang jelas, kondisim lembab akan menyebabkan peribahan fisik donut; misalnya rusaknya icing, lembek, dll. Namun sulit disimpulkan dari penjelasan email tsb.
3. Kerusakan donut -yang relatif lebih sulit dikendalikan, menurut hemat saya- adalah kerusakan tekstur (biasanya akan mengeras dan ini bisa diatasi dengan teknik penambahan enzim-enzim tertentu); dan off-flavor; karena kandungan lemaknya yang tinggi. Ketengikan sendiri bisa dikendalikan melalui pemilihan jenis minyak dan penambahan antioksidan yang sesuai. Bisa saja donut tersebut penampakannya masih bagus; tetapi teksturnya sudah keras atau sudah tercium bau tengik; sehingga tidak layak dikonsumsi.
4. Kalau ternyata memang mampu "awet" (lagi2; pengertian awet sendiri hrs didefinisikan. .. apa kriterianya) ; sampai sekitar 9 bulan, maka perlu diteliti lebih mendalam. Secara khusus, maka hasil "percobaan" seperti yang disebarkan oleh email ini perlu ditanggapi langsung oleh industri donut.
5. Praktek di kalangan industri donut; bisa menggunakan premix adonan yang telah mengandung enzim dan sistem pengawet (propionat); tentunya seharusnya dilakukan sesuai dengan aturan keamanan pangan yang benar- dengan sehingga menghasilkan donut yang baik dan aman. Jika ditemukan donut tidak tengik dan masih lunak setelah 2-3 minggu; itu mudah bagi saya untuk membayangkan.
6. Email ini juga saya kirim ke teman2 patpi yang lain untuk mendapatkan tanggapan dari yang lebih ahli.
Terimakaish
Pur
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sudah baca semua? bisa dilihatkan bedanya? orang yang punya ilmu lebih terhadap sesuatu tidak segera panik menanggapi hal-hal yang diketahuinya namun cenderung untuk lebih mencari tahu lebih lanjut lagi bagaimana..., tidak seperti respon-respon lain yang ada di blog tersebut...
ini tanggapan yang juga menarik berasal dari email pihak tersangka. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Glazze Afternoon,
Salam hangat dari J.CO Donuts & Coffee
Kami ingin mengklarifikasi bahwa seluruh makanan yang diproduksi di J.CO
TIDAK menggunakan pengawet, selalu dalam keadaan fresh karena langsung
diproses di outlet masing-masing setiap harinya. Sudah menjadi komitmen
kami untuk selalu menggunakan bahan-bahan yang terbaik dan seluruh
bahannya halal.
JCO Donuts & Coffee menggunakan konsep open kitchen sehingga customer
dapat melihat langsung seluruh pembuatan produk dan bahan-bahan yang
disajikan di outlet, dan seluruh produk yang disajikan TIDAK dijual lagi keesokan harinya.
Sebagai informasi tambahan, produk-produk JCO Donuts & Coffee telah
disajikan dengan sistem dan proses yang sama di beberapa negara di ASIA
yang memiliki pengawasan ketat terhadap kualitas makanan, misalnya:
Malaysia dan Singapore. Hal ini menunjukkan komitmen JCO Donuts & Coffee
pada kualitas dan reputasinya.
Harapan kami kepada teman-teman penggemar setia JCO Donuts & Coffee
untuk tidak terhasut oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabk an
kebenarannya. Komitmen kami untuk senantiasa memberikan yang terbaik dari segi
kualitas produk, pelayanan, dan fasilitas.
Management JCO Donuts & Coffee mengucapkan banyak terima kasih dan
sangat menghargai upaya, dukungan, dan kepercayaan terhadap kami.
Kami menghargai sekali waktu anda untuk untuk dapat bertanya langsung
seputar produk JCO Donuts & Coffee ke hotline kami di 0815 8898 000 atau
email ke hello@jcodonuts. com.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
menurut saya, yang menanggapi adalah orang manajemen atau marketing, namun kalau dilihat lagi tulisannya tampak orang ini orang marketing. kenapa? dia memberikan jawaban atas kecemasan publik dengan klarifikasi! jadi menurut saya dia tidak tahu bagaimana itu membuat donat dll, yang dia tahu bagaimana sistem di tempatnya bekerja dan bagaimana menghentikan isu yang ditujukan pada sistemnya, lho kok gitu? ye, kalau dia tahu, kenapa kita disuruh hubungin hotline ato email?cukup sekian ah, kalau ngomongin donat terus jadi laper nanti... yang saya ingin tekankan hanya... jangan terlalu tergesa-gesa menanggapi suatu informasi, ada baiknya untuk konfirmasi dulu atau mencari tahu lebih lanjut terhadap orang yang lebih tahu ilmunya... dan berilmu itu penting karena membuat kita bisa bersikap lebih bijaksana dan hati-hati dalam bertindak sehingga tidak menimbulkan kepanikan di kalangan orang-orang yang tidak mengerti... toh, hal ini juga disebutkan dalam sebuah hadist yang isinya "jika kau tidak tahu, maka bertanyalah pada yang lebih tahu" dan jangan sembarangan berbicara tanpa ilmu karena semua indra akan diminta pertanggung jawabannya kelak di hari akhir.
wuih, kok tulisan saya jadi serius ya? biasa gegaringan dan curhatan doang... yah kan, lagi puasa, kalau berbagi ilmu kan bisa nambah pahala atau mungkin juga ini sisa-sisa dari dampak pembuatan kitab wangsit....
peace :D